Ketenangan Hati

____

Perkara hati tak pernah selesai untuk dinasehati. Entah memang hati kita yang telah mati atau memang hidayah Allah yang tak kunjung kita dapati.

Hati kita mungkin terlalu terlena dengan sesuatu yang melalaikan, hingga membuat dada seringkali sesak dengan pernak pernik dunia yang tak kunjung kita dapatkan.

Atau mungkin, selama ini kita salah meng-treat hati kita. Karena seringkali healing dijadikan obat penenang dan foya-foya dijadikan penyembuh bagi terlukanya hati.

Jadi kiranya, sudah sepantasnya hati kita tak kunjung menemui ketenangan. Karena selama ini kita salah memberikan resep.

Bagaimana tidak, kita terinspirasi dari resep para artis, infleunser, dan selebgram yang mungkin kita sendiri tidak tahu dari mana dasarnya.

Kita menyaksikan banyak kebahagian yang terpancar dari laman sosial media mereka. Foto-foto bagus yang mereka uploud dari hasil perjalanannya ke luar negeri dan bahkan video-video yang paling estetik yang mereka suguhkan di laman beranda Instagramnya.

Jadi wajar saja, jika kita berpikir bahwa kita juga bisa memperoleh kebahagiaan dan ketenangan dengan cara-cara yang seperti mereka lakukan.

Sedangkan, kita lupa bahwa hati kita ini ada pemiliknya. Ada yang memiliki kendali atas hati kita. Ada yang menggenggamnya. Dia-lah Allah SWT.

Jadi secara logika, kita seharusnya meminta resepnya kepada yang pemiliknya dong. Karena Ia yang Maha Mengetahui, Dan Ia jelas yang paling tahu karena Dia-lah yang yang menciptakan dan mendesain hati kita.

Tapi kenapa kita seringkali bingung sendiri, padahal Allah telah menitipkan Surat Cinta-Ny melalui kekasihnya yaitu Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang dapat kita jadikan pedoman.

Jangan jauh-jauh pergi ke Eropa, jangan repot-repot mengeluarkan uang hanya untuk memuaskan dahaga nafsu semata.

Karena dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah sudah berfirman kepada kita:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Nah sudah jelas bukan, bahwa dalam QS. Yunus: 57 dikatakan bahwasanya Al-Qur'an merupakan obat hati, dapat dijadikan pedoman, dan juga rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Namun seringkali kita disibukkan dengan urusan dunia semata.

Ngaji ba'da Shubuh terabaikam karena kengantukan,
Ngaji ba'da Dzuhur tak sempat karena tuntutan kerjaan,
Ngaji ba'da Ashar terelakkan karena kelelahan,
Ngaji ba'da Maghrib teralihkan karena kecapean,
Ngaji ba'da Isya malah ditinggal untuk jalan-jalan.

Lalu kapan hati kita hendak disirami. Hati juga memiliki hak mendapatkan kenyamanan, ketenangan. Namun kenapa kita seringkali salah sangka. Kegelisahan hatimu dikira karena kurang healing, padahal sesungguhnya hatimu merindukan kesejukan Ayat-ayat Al-Qur'an.

Percayalah, Kalam Allah akan sangat menenangkan hati.

____

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arah Peradaban

Bahasa Rindu dari-Nya

Do'a