Bahasa Rindu dari-Nya

____

Pernah merasakan gelisah bertamu secara tiba-tiba? Seolah ia datang tanpa permisi, mengganggu pikiran, mengusir tenang, dan menjamu kesedihan.

Sementara kamu tak tahu dari mana ia datang, dari arah mana ia tiba-tiba masuk. Dan kamu tak kunjung menemukan alasan ia datang masuk ke dalam pikiran.

Ketahuilah, sesungguhnya itu hasil dari kemaksiatan yang kamu lakukan. Kemaksiatan yang sengaja kamu letakkan dalam pikiran, hati dan jiwa. 

Karena hati yang memiliki keimanan akan dengan cepat merespon jika ia tersentuh kemaksiatan. Karena secara fitrah pencitptaan manusia, Allah meletakkan perasaan tidak tenang dan perasaan tidak nyaman ketika manusia melakukan kemaksiatan.

Namun, secara sadar kamu acuh dan tidak peduli dengan sinyal yang Allah kirim. Kamu terus membiarkan dirimu tenggelam dalam lautan kemaksiatan. Dan kamu terus mengagungkan nafsu yang menyeretmu pada lembah dosa.

Sekarang, kamu tau dari mana gelisah yang seringkali melenyapkan ketenangan hatimu, dan pilihannya hanya dua, pilihan pertama, kamu tetap dalam kegelisahan atau pilihan kedua kamu bersemayam dengan nyaman dalam ketenangan.

Ketenangan hanya bersemanyam dalam ketaatan. Sedang, kegelisahan akan terus menjadi teman jika kamu sengaja terus mengacuhkan sinyal-sinyal hidayah yang Rabb-mu kirimkan.

Dosa itu sifatnya membekas.

Please come back to Allah! 
Ampunan Allah sangat luas. Allah senantiasa membentangkan Rahman dan Rahim-Nya untukmu. Allah sedang menunggu taubat penyesalanmu. Sungguh Allah tengah menunggumu kembali kepada-Nya. 

Kali ini, jangan sia-siakan lagi undangan dari-Nya, sambutlah dengan hangat. Jangan biarkan Allah menunggumu lebih lama lagi. Bergegaslah untuk shalat taubat, dan mohonlah ampun kepada-Nya. 

Karena sesungguhnya, kegelisahanmu dalam kemaksiatan merupakan bahasa rindu Allah yang gagal kamu pahami.

____

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arah Peradaban

Do'a