Postingan

Do'a

____ Pernah ga kalian ogah-ogahan untuk berdo'a. Ngerasa ga pantas untuk meminta sama Allah SWT. Ngerasa bahwa diri kita terlalu kotor hanya untuk sekedar meminta kesehatan kepada-Nya. Ngerasa malu buat minta sesuatu sama Allah karena ngerasa saking hinanya diri kita. Kalau kalian pernah di posisi itu, aku kira tulisan ini akan relate dengan kalian. Insyaallah . Kalau kalian sadar dan mau untuk membuka mata kalian, Allah tidak seperti yang kalian kira. Allah baik bangett bangett bangettt sama kita. Jika ada yang paling terbaik, maka Allah SWT lebih di atas segala-galanya. Allah Maha baik banget sama kita. Allah tuh selalu nungguin kita meski kita seringkali mengecewakan-Nya, tidak seperti manusia yang seringkali pergi jika kita membuat kesalahan. Allah tidak seperti itu.  Jika kita mungkin pernah mengecewakan Allah SWT, Allah nungguin kita untuk kembali datang kepada-Nya. Jika kita mungkin pernah berbuat kesalahan, Allah nungguin kita untuk datang memohon ampunan kepada-Nya. Jika k...

Orang-orang Hebat di Balik Layar

____ Hari ini, gadis itu mendapatkannya. Sebuah pakaian kebanggaan sebagai tanda akhir dari perjuangannya selama 4 tahun. Baginya mendapatkan gelar bukan sesuatu yang luar biasa. Ia selalu abai terhadap pencapaian dirinya sendiri. Sampai akhirnya ia melihat cermin, melihat bagaimana pakaian toga itu sangat serasi terpakai pada dirinya. Dan bagaimana impiannya sejak dulu telah menjadi nyata. Ia baru menyadari sesuatu yang berbeda kali ini. Yaitu tentang sebuah proses panjang yang memang patut untuk ia syukuri. Ini bukan hanya tentang gelar sarjana yang melekat dalam dirinya. Bukan juga hanya tentang menyelesaikan pendidikannya saja. Tapi ini tentang sebuah kebahagiaan. Kebahagian bagi kedua orang tuanya, karena melihat malaikat kecilnya mencapai titik hidup yang mereka pun sadar bahwa ini tak mudah. Juga tentang kebahagiaan bagi keluarganya yang tak pernah pamrih memberikan cinta tanpa syarat kepadanya. Juga tentang kebahagiaan orang-orang baik yang telah memberikan banyak makna dalam h...

Ketenangan Hati

____ Perkara hati tak pernah selesai untuk dinasehati. Entah memang hati kita yang telah mati atau memang hidayah Allah yang tak kunjung kita dapati. Hati kita mungkin terlalu terlena dengan sesuatu yang melalaikan, hingga membuat dada seringkali sesak dengan pernak pernik dunia yang tak kunjung kita dapatkan. Atau mungkin, selama ini kita salah meng- treat hati kita. Karena seringkali healing dijadikan obat penenang dan foya-foya dijadikan penyembuh bagi terlukanya hati. Jadi kiranya, sudah sepantasnya hati kita tak kunjung menemui ketenangan. Karena selama ini kita salah memberikan resep. Bagaimana tidak, kita terinspirasi dari resep para artis, infleunser, dan selebgram yang mungkin kita sendiri tidak tahu dari mana dasarnya. Kita menyaksikan banyak kebahagian yang terpancar dari laman sosial media mereka. Foto-foto bagus yang mereka uploud dari hasil perjalanannya ke luar negeri dan bahkan video-video yang paling estetik yang mereka suguhkan di laman beranda Instagramnya. Jadi waj...

Dunia Tipu-tipu

____ Lelahnya mengejar dunia seringkali melenyapkan iman. Bahkan kekuatan terbesar kita dihabiskan hanya untuk tujuan mencari makan. Sementara hati tertatih melawan badai keimanan. Disisi Allah, dunia tak lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk. Dunia itu penipu terhandal, karena seberapun effort untuk memberikan fakta bahwa dunia ini hanya tipuan saja, namun hanya sedikit orang yang percaya. Kita tak akan pernah selesai berurusan dengan yang namanya dunia, kecuali kita sendiri yang memutuskan terlepas dari belenggunya. Kita tidak akan pernah merasa selesai dengan ekspektasi dunia, kecuali kita sendiri yang berhenti untuk memuaskan harapannya. Kita memang tak boleh menutup mata dari dunia, sebab kita hidup disini. Namun, jangan jadikan dunia sebagai ambisi karena sesuatu yang abadi-lah yang harus menjadi tujuan, yakni akhirat. Dunia hanya alat menuju keabadian, tapi mengapa kita yang justru menjadi alat baginya.  Dunia hanya sarana bagi kita untuk berpijak, tapi mengapa kita yang ...

Bahasa Rindu dari-Nya

____ Pernah merasakan gelisah bertamu secara tiba-tiba? Seolah ia datang tanpa permisi, mengganggu pikiran, mengusir tenang, dan menjamu kesedihan. Sementara kamu tak tahu dari mana ia datang, dari arah mana ia tiba-tiba masuk. Dan kamu tak kunjung menemukan alasan ia datang masuk ke dalam pikiran. Ketahuilah, sesungguhnya itu hasil dari kemaksiatan yang kamu lakukan. Kemaksiatan yang sengaja kamu letakkan dalam pikiran, hati dan jiwa.  Karena hati yang memiliki keimanan akan dengan cepat merespon jika ia tersentuh kemaksiatan. Karena secara fitrah pencitptaan manusia, Allah meletakkan perasaan tidak tenang dan perasaan tidak nyaman ketika manusia melakukan kemaksiatan. Namun, secara sadar kamu acuh dan tidak peduli dengan sinyal yang Allah kirim. Kamu terus membiarkan dirimu tenggelam dalam lautan kemaksiatan. Dan kamu terus mengagungkan nafsu yang menyeretmu pada lembah dosa. Sekarang, kamu tau dari mana gelisah yang seringkali melenyapkan ketenangan hatimu, dan pilihannya hanya ...

Arah Peradaban

____ Kali ini tak lagi tentang cinta yang menggebu, tak lagi tentang khayalan-khayalan yang semu, dan tak lagi tentang romantisme yang ambigu. Namun, kali ini tentang peradaban. Bagaimana amanah besar itu mampu untuk kita emban. Bagaimana kelak titipan dari-Nya mampu untuk kita pertanggungjawakan. Dan bagaimana Islam kembali berdiri gagah penuh keberanian. Amanah itu kelak akan sejajar dengan tangan dan sudah menjadi tugas kita untuk mendidiknya menjadi ksatria yang penuh dengan keberanian, memberikan tarbiyah untuk menjadi penolong agama Allah serta memberikannya bekal terbaik menuju penghujung dari penantian. Dan kali ini sungguh berbeda. Pencarianku tak lagi tentang kebahagian yang menjemukan, tak lagi tentang mimpi yang melalaikan. Namun, kali ini pencarianku mengarah pada sosok yang memiliki mimpi untuk mengubah arah peradaban. Berkhidmat untuk agama Allah dan  mampu menjadi nahkoda yang dapat diandalakan pada setiap misi perjalanan yang membawaku menuju keselamatan. Dan harap...

Kelalaian di Masa Lalu

____ Waktu yang telah berlalu tak mungkin lagi kembali kita lalui. Namun, saat ini sama seperti waktu yang lain menjadi waktu untuk memaksimakan banyak kebaikan yang sudah lama kita lupakan. Saat ini menjadi masa untuk lebih banyak bersyukur atas nikmat dari Allah SWT yang tak lagi terbilang.  Jadi tentang masa lalu, kiranya tak perlu lagi untuk kita kenang apalagi untuk di ulang. Sudah cukup banyak sekali kebaikan yang sengaja kita tinggal, seolah acuh dan tak peduli dengan fitrah asal kita diciptakan. Saat ini, masa lalu memiliki nama yang kita sebut dengan pembelajaran. Tak perlu ada sesal, karena tidak akan ada kita yang sekarang tanpa masa lalu yang menyakitkan. Allah tidak akan pernah memberikan suatu sebab tanpa ada hikmah di dalamnya, hanya saja kita tak mampu untuk menjangkau kuasa-Nya. Bersabarlah sejenak, tak perlu untuk mendekte Allah, Tuhanmu. Bukankah kita juga perlu bersabar menunggu reda hujan jika ingin melihat pelangi yang indah? Tidakah kamu peka, tidakah kamu me...