Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Janji yang Tak Tertepati

____ Sudah berapa lama waktu yang telah kamu lewati, dengan janji hidup untuk saling memiliki, hingga pada akhirnya, dia ada hanya untuk dicintai bukan untuk dimiliki. Musim terus berganti, dan sudah banyak sekali jalan-jalan yang telah kamu susuri, hingga perjalananmu menakdirkan pada sebuah janji. Perjanjian yang terikrar begitu erat pada sebuah ikatan yang tak pernah terikat. Kamu memberi percaya begitu dalam pada setiap langitan janjinya. Hingga kamu lupa bahwa tak selamanya janji tertepati. Dia sudah berjalan bahagia bersama takdirnya, sedangkan kamu masih saja berteman bayangan tentangnya. Sendumu mengudara disambut isak tangis tanpa suara.  Derai suara hujan diluar, kembali membuatmu mengintip genangan-genangan yang penuh dengan kenangan. Kabut tebal diluar sana menjadi selimut yang sengaja kamu letakkan pada sudut hatimu yang kian kaku. Hujan yang sejatinya membawa berkah namun kini hanya tentang isak tangisan yang semakin tumpah. Hingga pada akhirnya kamu tersadar bahwa ya...

Perpisahan untuk Menemukan-Nya

____ Ada jalan yang memang harus terhenti, bukan karena tak mampu untuk di lalui, namun terkadang ada tujuan yang tak bisa ditempuh dengan langkah yang sama. Terkadang pertemuan dipaksa mundur hanya karena langkah kaki tak lagi se-irama atau mungkin kamu gagal memahami bab takdir yang memang sudah menetap sejak lama. Untuk kamu, yang mungkin sedang dipukul mundur oleh perpisahan, jangan berkecil hati. Jangan selalu menghakimi keputusan Rabb -mu, karena perpisahan tak selamanya buruk untuk dilalui. Wajar saja bila amarahmu tak terkendali, wajar saja bila perasaan kecewa lalu lalang menghampiri hingga  membuat dadamu sesak seakan ia tak peduli.. Tak apa.... Mencintai takdirmu adalah keharusanmu. Tak ada orang yang lebih pantas untuk mensyukurinya selain kamu. Dan kamu tak bisa lari bersembunyi dari perjalanan takdirmu sendiri. Meski kadang, perjalanan takdirmu tak selalu menyenangkan, dimana ia juga akan membawamu berkelana pada luka yang mendalam.  Kali ini, kamu perlu untuk me...

Ikhlas Paling Tulus

____ Ketika kamu berani untuk melabuhkan hati kepada manusia maka bersiaplah untuk patah. Karena sejatinya cinta selalu bersahabat dengan luka. Mungkin saat ini kamu tengah merasakannya. Di balik kamar yang remang kamu meratapi semua ini, merasa bahwa ini hanya mimpi buruk.  Semakin kamu memaksa untuk beranjak keluar semakin mimpi itu menyeretmu masuk tenggelam. Dan kamu terjebak di dalamnya, berharap untuk segera terbangun dari mimpi buruk yang menyesakkan ini. Semakin kuat kamu berusaha, semakin kuat juga mimpi itu memaksa kamu masuk terperangkap didalamnya.  "Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup?" "Aku benar-benar tak bisa hidup tanpanya" suara lirih itu terdengar dari sudut bibirmu. Kamu merasa hidup ini tak lagi bewarna seperti hari-hari sebelumnya, hidupmu seakan mendadak gelap tanpa sedikitpun cahaya. Dan kamu merasa tak punya lagi alasan untuk melanjutkan hidup. Kini kamu tak lagi berdaya untuk melawan mimpi yang terlalu nyata ini, dan  kamu memilih pasrah d...