Dunia Tipu-tipu

____

Lelahnya mengejar dunia seringkali melenyapkan iman. Bahkan kekuatan terbesar kita dihabiskan hanya untuk tujuan mencari makan. Sementara hati tertatih melawan badai keimanan.

Disisi Allah, dunia tak lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk. Dunia itu penipu terhandal, karena seberapun effort untuk memberikan fakta bahwa dunia ini hanya tipuan saja, namun hanya sedikit orang yang percaya.

Kita tak akan pernah selesai berurusan dengan yang namanya dunia, kecuali kita sendiri yang memutuskan terlepas dari belenggunya. Kita tidak akan pernah merasa selesai dengan ekspektasi dunia, kecuali kita sendiri yang berhenti untuk memuaskan harapannya.

Kita memang tak boleh menutup mata dari dunia, sebab kita hidup disini. Namun, jangan jadikan dunia sebagai ambisi karena sesuatu yang abadi-lah yang harus menjadi tujuan, yakni akhirat.

Dunia hanya alat menuju keabadian, tapi mengapa kita yang justru menjadi alat baginya. 
Dunia hanya sarana bagi kita untuk berpijak, tapi mengapa kita yang malah menjadi budaknya.
Dunia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, tapi mengapa kita yang babak belur mengejarnya.

Letakkan dunia di genggaman tangan kita saja, jangan membuatnya bertakhta di dalam hati. Karena hati yang dipenuhi oleh sesaknya urusan dunia, akan sangat sulit untuk melihat cahaya keimanan, dan membuat kita sangat kesulitan mencapai khusuknya beribadah. Jadilah seseorang yang zuhud, yang sederhana dalam perkara dunia namun menjadi perfeksionis dalam perkara akhirat.

Ambisi besar kita tentang dunia hanya akan berakhir lelah tak bermakna jika bukan akhirat menjadi tujuan akhirnya.
Jika memang kita harus lelah, maka pilihlah lelah untuk mengejar akhirat, karena kita sedang menuju kebahagiaan yang hakiki dan menuju harapan yang abadi.

Menjadi seseorang yang sukses dalam perkara dunia tak pernah salah jika kesuksesan tersebut tidak menggorogoti keimanan. Menjadi kaya tidak pernah salah jika itu menjadi ladang bagi kita untuk taat kepada-Nya.

Jika kita mengejar dunia maka yang kita dapatkan adalah dunia. Jika kita mengejar akhirnya, maka kita akan mendapatkan keduanya (Dunia & Akhirat). Ibarat kamu meminta kepada sahabatmu untuk mengambilkan gelas, maka dia akan memberimu sebuah gelas bukan? Tapi dalam waktu bersamaan, kamu memintanya untuk mengambilkanmu air, maka ia akan datang membawa gelas dan air. Jadi, dunia itu ibarat gelas dan air ibarat akhirat.

Mungkin perumpaan diatas sudah cukup kiranya untuk kita berpikir.

Jadi, pastikan lagi tujuan hidup kita untuk akhirat, bagaimana caranya? 

Caranya dengan menata ulang cita-citamu, ambisimu, harapanmu, ekspektasimu untuk akhirat, dengan tujuan mencari Ridho Allah dan untuk menuju Syurga-Nya Allah. Kemudian, fokuskan kembali apa yang menjadi skill dalam hidupmu, kemudian cari cara bagaimana aktifitas dunia itu bisa membantu menuju tujuanmu.

Aku tau ini sulit, tapi jika Ridho Allah yang kamu harapkan, maka Allah pasti akan membentangkan pertolongan-Nya kepada-Mu.

Aku hanya memberimu saran, tapi ini semua tetap menjadi pilihanmu.

____



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arah Peradaban

Bahasa Rindu dari-Nya

Do'a