Perpisahan untuk Menemukan-Nya
____
Ada jalan yang memang harus terhenti, bukan karena tak mampu untuk di lalui, namun terkadang ada tujuan yang tak bisa ditempuh dengan langkah yang sama.
Terkadang pertemuan dipaksa mundur hanya karena langkah kaki tak lagi se-irama atau mungkin kamu gagal memahami bab takdir yang memang sudah menetap sejak lama.
Untuk kamu, yang mungkin sedang dipukul mundur oleh perpisahan, jangan berkecil hati. Jangan selalu menghakimi keputusan Rabb-mu, karena perpisahan tak selamanya buruk untuk dilalui.
Wajar saja bila amarahmu tak terkendali, wajar saja bila perasaan kecewa lalu lalang menghampiri hingga
membuat dadamu sesak seakan ia tak peduli..
Tak apa....
Mencintai takdirmu adalah keharusanmu. Tak ada orang yang lebih pantas untuk mensyukurinya selain kamu. Dan kamu tak bisa lari bersembunyi dari perjalanan takdirmu sendiri.
Meski kadang, perjalanan takdirmu tak selalu menyenangkan, dimana ia juga akan membawamu berkelana pada luka yang mendalam.
Kali ini, kamu perlu untuk menyadari bahasa cinta Allah kepadamu. Dan mungkin perpisahan menjadi jalan terbaikmu menemukan-Nya.
Dia tak mau kamu terlarut dalam cinta tanpa makna,
Dia tak mau kamu tenggelam dalam lautan penuh dosa,
Dia tak mau kamu terjebak dalam cinta tanpa ridho-Nya,
Dia menyelamatkanmu, sungguh!
Hanya saja kamu kamu gagal memahami cinta kasih-Nya.
Syukur menjadi satu kata yang seharusnya menjadi dzikir panjangmu. Kamu telah diselamatkan dari jutaan manusia lainnya. Bahkan syukurmu saja tak cukup untuk menebus kebaikan Rabb-mu.
Pernahkah kamu berpikir;
Kamu siapa? Bahkan ibadahmu tak seberapa, namun Allah sungguh menyayangimu. Dia memilihmu diantara jutaan hamba yang mungkin memiliki taat tanpa batas kepada-Nya.
Coba kembali renungkan, jangan terus bersembunyi dalam luka, sesekali coba untuk menatap dengan mata terbuka. Bersihkan hati yang sudah lama kamu nodai oleh cinta tanpa Allah di penghujungnya.
Tentang ia yang pergi meninggalkan,
Kepergiannya sungguh untuk diikhlaskan, karena sejatinya mengikhlaskan menjadi cara yang paling menenangkan, dan do'a menjadi penghantarmu menuju kekhusyukan.
Betapa Allah mencintaimu dengan hebat, bukan?
__
Komentar
Posting Komentar